“ Mas... kok belum berkemas-kemas... kemah itu nggak berat lho. Selain menyehatkan jasad, yang lebih penting, ia bagian dari i'dad, persiapan dan latihan berjihad. Mas kebanggaan kami, si kecil kelak akan mencontoh Mas ,” kata seorang akhwat sambil mengelus-elus pundak suaminya. “ Adik bantu mengemasi ya... ” belum keluar jawaban dari bibir suaminya, akhwat itu telah mengeluarkan tas ransel dari lemari. Sang suami yang tadinya ogah-ogahan mulai berdiri. Bangkit mengambil hp. “ Ustadz, saya besuk ikut berangkat kemah ,” kata ikhwan itu, kini tanpa ragu-ragu. “ Lho, kemarin katanya kesulitan cuti?, ” terdengar jawaban dari balik hp “ Kalau masalah kerja insya Allah bisa diatur, Ustadz , ” Balasnya sembari tersenyum. *** Begitulah inti dialog suami-istri yang sama-sama aktifis dakwah. Saya yakin, dialog yang kurang lebih sama tidak hanya terjadi di hari itu, di keluarga itu. Ada banyak dialog yang berisi penguatan, motivasi, dan peneguhan dari akhwat kepada s...
"Bacalah dengan nama Rabbmu"