Langsung ke konten utama

Postingan

KEKUATAN DOA PAGI DAN PETANG

LATAR BELAKANG 1.   Pagi dan petang adalah dua waktu yang mengapit terbit dan terbenamnya matahari. Matahari terbit di awali oleh sholat shubuh, matahari terbenam dengan kumandang adzan maghrib. Shubuh, amal dicatat. Ashar, amal dilaporkan. Pada waktu shubuh dan ashar bertemu 2 malaikat; antara malaikat siang yang mau turun dan malaikat malam yang mau naik. Sementara pada waktu ashar, malaikat siang mau naik dan malaikat malam mau turun. Pagi petang adalah waktu ibadatnya Nabi-nabi terdahulu. Dunia flora dan fauna sangat bergantung pada pagi dan petang sebagai waktu terbaik bagi mereka untuk bekerja dan beribadat. Pagi-petang adalah asal waktu diperintahkan sholat. Ibnu 'Abbas RA mengatakan: "Kedua waktu ini adalah awal mula difardlukannya sholat. Maka disukai pada kedua waktu itu dipakai {jcomments on}untuk berdoa oleh hamba Allah Ta’ala." (Tafsir Ibnu Katsir, 3/303; Fathul Qadir Imam Syaukani, 4:74) 2.  Nabi Zakaria AS adalah di antara Nabi & Rasul...

CINTA KASIH

Temukan Cinta dalam Diri Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia  ini pasti memiliki cinta dan kasih dalam dirinya. Hal ini dapat terlihat dalam  berbagai aspek kehidupan mulai dari hal yang sangat sederhana seperti orang tua  yang mencintai anaknya sehingga mereka rela bekerja keras membanting tulang demi  masa depan anak-anaknya, anak-anak yang mengasihi orang tuanya, sepasang kekasih  yang saling cinta akan rela mengorbankan nyawanya demi kekasihnya tersebut dan  masih banyak lagi contoh lainnya. Namun selain itu manusia juga memiliki  perasaan yang sangat sensitif, mudah tersinggung dan cepat marah, sehingga tidak  jarang emosi kita meningkat ketika ada seseorang yang melontarkan kata-kata yang  menyakiti hati dan perasaan kita atau melakukan suatu perbuatan yang tidak  sepadan dengan keinginan kita. Hal inilah yang sering menyebabkan kita sebagai  manusia tidak dapat merasakan cin...

INILAH JALAN KAMI

Hidup adalah perjuangan, siapa pun mengakui hal ini, apapun status dan jabatannya. Seseorang pasti akan melewati semua perjalanan hidupnya, melalui segala yang ada dihadapannya, susah atau senang, sedih atau gembira, penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Hidup adalah pilihan. Selamat atau celaka, susah atau senang, sengsara atau bahagia, sukses atau gagal. Sebagai manusia yang normal yang mengikuti tabiat dan watak,maka pilihan itu jatuh pada yang berbau positif, menyenangkan, membahagiakan, kecintaan dan kesuksesan. Sangat tidak wajar kalau pilihan itu jatuh pada hal-hal yang mengarahkan pada negatif, inilah yang di sebut dengan kelainan tabiat.  Hidup adalah ibadah. Tujuan utama diciptakan manusia dimuka bumi ini. Allah menciptakan manusia tidaklah sia-sia apalagi main-main, ada tujuan-tujuan tertentu salah satu nya ibadah. Kalau ibadah merupakan tujuan hidup manusia, maka selagi masih hidup tak ada celah dalam hi...

Sedekah Mambawa Barokah

Janji Allah itu pasti. Itulah apa yang kita yakini selama ini tapi sangat sulit untuk kita amalkan. “Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. AR RUUM:6) Janji Allah berupa kebaikan dunia dan akhirat bagi mereka yang selalu beramal shalih dan selalu taat akan perintahnya. tapi karena hati manusia sebagai hamba ini seringnya lalai dan lupa atau bahkan yang lebih tragis lagi kurang yakin dengan janji-janji tersebut, maka kebaikan-kebaikan itu tak dapat mereka raih. Saya punya cerita tersendiri dengan janji Allah ini. Kisah ini terjadi pas bulan ramadhan sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya di Jakarta. Seperti biasa, kami mengadakan kegiatan kajian rutin mingguan membahas tentang Hadist Riyadhus shalihin. diujung acara setelah kajian selesai, panatia memberi pengumuman akan mengedarkan kotak infak. Saya berfikir untuk berinfak, ketika kotak lewat depan saya, saya langsung memasukkan uang Rp 10.000. memang jumlah itu tidaklah besar. ...

PUASA SUNNAH SYAWAL

Setelah berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, kurang puas rasanya kalau belum berpuasa sunnah enam hari dibulan syawal atau yang lebih  dikenal dengan puasa syawal. Karena disana banyak keutamaan, faedah serta ganjaran-ganjaran bagi yang melaksanaknnya Keutamaanya   Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim). Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda: "Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" me...

Sahabat Sejati, Hanya yang Berdimensi Ukhrawi

“Seribu teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh sudah terlalu banyak," demikian seharusnya perilaku sosial orang dalam masyarat. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup dengan kesendiriannya. Mereka membutuhkan orang lain sebagai kawan, sahabat untuk saling melengkapi, membantu antar satu sama lain yang bisa menjalin persahatan hingga akhir. Istilahnya, teman bisa dicari dalam sehari namun persahabatan tak cukup dibangun hanya  seribu  waktu dan sejuta masa. Ungkapan-ungkapan bijak ini bukanlah suatu yang mengada-ngada. Tapi memang, itulah kenyataannya. Seseorang akan sangat terbantu masalahnya, manakala ia memiliki banyak kawan. Misal, ketika ia membutuhkan pekerjaan, maka, dengan mudahnya ia bisa meminta pertolongan melalui teman-temannya untuk memberi informasi ketika lowongan itu ada. Ketika satu tempat gagal, ia akan menghubungi sahabatnya yang berada di lokasi lain. Begitu seterusnya, hingga ia memperoleh apa yang ia butuhkan...

Andai Ini Ramadhan Terakhir

Andai saja, Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir yang menyapa kita, apa yang akan kita lakukan? Andai saja memang demikian. Sahabat, Pertanyaan seperti di atas, sesekali perlu kita ajukan pada diri sendiri. Untuk apa? Tentu saja untuk memacu diri, agar memanfaatkan waktu yang kita jalani. Mengumpulkan detik demi detik, agar tak ada yang tersia. Memanfaatkan setiap saatnya agar bernilai ibadah dan berat timbangannya. Pernahkah kita mendengar kisah tentang seorang ahli hikmah bernama Bahlul? Dalam bahasa Arab, kata bahlul berarti bodoh. Meski demikian, sang pemilik nama tidaklah bodoh sama sekali. Dengan perilakunya yang seringkali dianggap bodoh, Bahlul justru kerap memberi hikmah. Suatu hari Bahlul dipanggil oleh raja. Sang Raja merasa heran, mengapa ada seorang manusia yang rela memakai nama Bahlul. Maka dengan penuh rasa penasaran, sang raja bertanya, “Apakah tidak ada orang lain yang pantas menyandang namamu?” “Tidak ada, baginda. Menurut sepengeta...